Pesan dari Kakak


Assalaamu'alaikum wr wb..

Adikku, melalui goresan pena sederhana ini Izinkan kakak menerjemahkan dan menanamkan keindahan Al Islam ini disuasana wajah wajah pagi hati kalian yang masih segar sebelum badai kehidupan mengguncangmu, dan membawamu menjauh dari indahnya nur Illahi.

Adikku yang indah, Islam ini bukan hanya sekedar Bahasa Halal Haram atau Syurga dan Neraka, Islam adalah jalanan indah, Islam ini seni dalam memahami keindahan arsitektur Allah Aza Wajala yang terlukis merdu dalam lukisan dunia. Keindahannya adalah hanya cerminan setitik keindahan dari Syurga, dan kesulitannya adalah cerminan dari pedihnya Azab Neraka yang digoreskan melalui bencana bencana.

Adikku, maafin kakak yang terkesan menceramahi di nasihat sesi Ini.

Adikku, jangan pergi dulu. Banyangkanlah dirimu yang cantik itu sedang berdiri berdebar debar di bibir jurang neraka yang penuh sesak dengan para iblis iblis pendosa… Adakah sekiranya, saat itu kecantikanmu mengurungkan niat malaikat jabanniyyah melemparmu ke neraka?

“Takutlah kepada Allah di manapun kamu berada dan iringilah (balaslah) keburukan dengan kebaikan niscaya Dia akan menghapusnya serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.”

(HR. at-Turmudzy dari Dari Abu Dzarr | Hadits Hasan Shahih)

Kakak bukan ustadz dan Ini bukan dakwah, kakak hanya ingin menanamkan pemahaman mendalam melalui sentuhan kecil bahwasannya segala ujian yang menimpa itu agar kita LEBIH SIAP mengarungi dunia ini, untuk mencari bekal dikehidupan yg sebenarnya; AKHIRAT YG ABADI.

Adikku, sebenarnya kewajiban itu bukan paksaan,

Tapi pengkondisian, agar manusia dan hatinya menemui seni ke.b.a.h.a.g.i.a.an dalam naungan cintai Rabb-nya serta mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat,. Sementara, Syurga dan Neraka adalah konsequensi- yang tak terelakan, karena kita adalah hamba.

Adikku, Orang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengingat kematian lalu mempersiapkannya, jangan lupa adikku, waktu kita dihitung mundur menuju Kematian. Berlomba lomba lah dalam mencari keridho’an Allah. ga usah ribut jika beda pemahaman, biarlah, pendapat kita memang berbeda beda.

Adikku yang indah, Iman itu tidak sekedar Percaya.

Iman merupakan seni memahami sepenuh hati dan segenap keyakinan, bahwasannya segala details yang terjadi disetiap detik detik kedipan mata, disetiap desiran keinginan yang melinatasi langit langit hati, setiap luka, kesedihan, dan goresan goresan yang menyayat hati kita – semua telah tertulis dalam perencanaan dan ketentuan takdir Allah yang sempurna.

Iman laksana sebuah pohon di hati kita, naungannya memberi kesejukan.

Dari pohonnya tunas tunas harapan akan terus terlahir, jika terus kita sirami dia akan berbunga kebahagiaan yang harumnya menebari jalanan yang kita lalui.

Dan tahukah adikku..

Seiring keistiqamahan yang terjaga dari bunga itu lahir buah yang bernama Keikhlasan.

Adikku, sehebat apapun guncangan yang menimpa kita,

Ingat, itu adalah sapaan atau teguran dari Allah. karena tidak ada satu Bencanapun yang menimpa kita tanpa seizin Allah. Jika bukan dengan keguncangan itu, lalu dengan apa lagi kita akan sedikit saja teringat bahwa saat ini, saat itu dan setiap saat Allah selalu memperhatikan setiap langkah kita?

Adikku, Hidup ini mudah,

Saat kita kepanasan masih banyak pohon untuk berteduh. saat kita tersesat masih banyak pejalan kaki untuk kita tanya,. tapi diakhirat? saat semua wajah wajah ketakutan dan tak ada satu pohonpun untuk berteduh..

Adikku, Kondisi hati kita ini selalu berubah ubah dan fikiran menari mengikutinya,.

Pujilah nama Rabb-mu selagi hati itu lembut, karena di dalam hati yang lembutlah tersimpan maaf, pemahaman dan cinta. Disanalah titik titik inspirasi bertaburan menuruni lembah dihatimu yang indah..

ADIKKU, BEHENTILAH SEJENAK UNTUK BERTAFAKUR,

Hidup ini memang teramat melelahkan adikku, jika dadamu terasa sesak berhentilah sejenak untuk tafaqur dan menyegarkan kembali cara mata kita memandang tentang tujuan sebenarnya kita semua berada di persinggahan Ini.

Bertafakurlah untuk melonggarkan belantara dada yang sesak, hati yang letih dan memperkokoh kembali Jiwa kita agar tetap siap siaga menghadapi Gelombang dihadapan.

Adikku, Sertakan ikhlas di setiap dasar peletakan target target yang direncanakan, ikuti dengan keistiqamahan niat, dan bersungguh sungguhlah! taburi setiap jalanan dengan do’a, sabar dalam ujian dan tersenyumlah disetiap persimpangannya.

Ada yang bilang diam itu emas, Kaum sufi mengatakan diam itu bahasa Tuhan.

Menurut kakak;

Diam itu bukan marah, diam adalah situasi terkondisi dalam sebuah kendali.

Diam adalah b.a.h.a.s.a, bukan benci, bukan tak mengerti. Mungkin pedih atau rindu rindu tertahan yang menghempas hempas dinding bergetaran.

Diam adalah kesimpulan rahasia rahasia, keindahan, dari berbagai rasa yang diungkapkan waktu pada suasana, menaruh jenuh bergabung menjadi awan awan menebal menanti.

Adikku, diamlah sejenak dan pahami.

Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik – atau kalau tidak mampu – maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik.

Adikku, Kenapa cemburu? padahal bukan milikmu.

Jika tidak bisa menjadi pendampingnya, jadilah saudaranya yang selalu mendoakan.. agar cinta itu tetap indah, hingga berlabuh dipelabuhan seharusnya, percayalah takdir Allah tidak akan pernah merugikanmu. tidak akan pernah…

Berhentilah sejenak dari aktivitas hati yang melelahkan itu, dan ridho-kan cinta itu menjadi do’a untuk kebahagiaannya.

Tegarlah! biarkan langit langit dihatimu tetap indah meski senja telah memerah, menghalau awan awan tipis menjemput selimut malam.

Jalanan ini Indah adikku…….

Hidup ini sulit dan Islam telah memudahkan dengan kesempurnaannya, temukan kebahagiaan didalam Islam-mu, temukan kebahagiaan dalam Dirimu. karena jika kamu mencari kebahagiaan diluar dirimu, maka kamu akan menemukan kebahagiaan itu selalu milik orang lain..

Adikku, jika hatimu terasa pedih atas sesuatu yang tidak dimengerti.

Jangan diam, bangkitlah segera. Format ulang partisi partisi hati yang membingungkan itu, simpanlah data prosa prosa itu sebagai kenangan saja dan simpan semua files backup-nya di folder masalalu.

Jangan lupa, Install Antivirus yang uptodate. Trojan Trojan Cinta kini semakin vareatif dan kreatif

Adikku, Akhwat akhwat bertebaran,

Ikhwan Ikhwan gentayangan.. panah panah telah dilepas,

Berhati hatilah saat seutas salam menyapa,..bercanda ketawa tawa, senyum itu jadi liar menjerat hati – membelit jiwa – menundukan, menggetarkan, menggoyah goyahkan dan akhirnya dinding itu RUNTUH, luluh.

Kemudian Cinta yang tak terkendali akan membenarkan! semuanya,…

Adikku, Ahwat Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu Menundukan mata mata ikhwan yang mencoba menaklukannya.

Adikku, Cinta dan Benci itu ada, berdekatan dan saling mengikuti. Karena Itu bagian dari fitrah manusia.

“Cinta itu berkelanjutan (diwariskan) dan benci berkelanjutan”. (HR. Bukhari)

“Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia”. (HR. Ad-Dailami)

Adikku,

Benar adanya, cinta akan mengajari dan memberimu sayap untuk terbang melintasi harapan..

Tapi cinta tidak akan mengajarimu cara untuk kembali ke bumi, cinta akan meninggalkanmu di tempat yang tidak kamu kenal. sementara kamu harus kembali terbang ke bumi..

Persiapkanlah sayap untuk pulang itu sebelum cintamu terjatuh,.

Adikku, Boleh jadi kamu menyukai banyak hal, tapi pasti, cintamu hanya satu. mungkin cintamu itu terbagi, terjatuh, terbalas dan bersahutan kepada sosok dan situasi, tapi pasti tak abadi. Ada ujung dan kekecewaan, ada kala tak berbalas… Tapi ketahuilah, ada satu cinta yang pasti abadi dan bersahutan… Itulah Cinta dan Mencintai Allah.

Adikku, C.I.N.T.A adalah bahasa dalam memberi, bukan menerima. C.I.N.T.A yang dilabuhkan atas nama ridha Allah, tidak akan pernah mengenal untung atau rugi dan sesal ditepiannya.

Karena memberi kebahagiaan itu sendiri adalah kebahagiaan! dan C.I.N.T.A. datang untuk menyempurnakan, bukan mencari kesempurnaan.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala indah dan suka kepada keindahan. Allah suka melihat tanda-tanda kenikmatannya pada diri hamba-Nya, membenci kemelaratan dan yang berlagak melarat”. (HR. Muslim)

^_^ Indah Islam ini Adikku..

Islam mengajarkan kita Memaafkan dengan Sempurna,

Lupakan siapa yang bersalah atau siapa yang harusnya minta maaf, lembutkan hati dan ulurkan maaf, karena minta maaf tidak akan merugikan amal dan harta kita ^_^

“Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah”. (HR. Bukhari) dan “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan”. (HR. Ath-Thabrani)

ADIKKU, JIKA MASIH MARAH TELAN MARAHMU..

Telan saja....biarkan menyesakan isi dadamu, ada saatnya kehidupan menyeret kita ke sudut itu. Telan saja, Islam pun mengajarkan begitu.

“Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdhol di sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhoan Allah Ta’ala”. (HR. Ahmad)

Adikku, Sabar itu bukan Pilihan, tapi Keharusan.

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah”. (HR. Tirmidzi)

ADIKKU KENAPA SAKIT HATI ?

Hmm., Hati itu bagaikan sebuah cermin adikku, jika kita bersihkan tiap hari dia akan bening, jika kita lupa membersihkannya mungkin akan berdebu dan lama lama tepiannya akan BERKARAT, dalam kondisi penuh karat itulah hati terasa sakit saat kita bersihkan.

Arahkan hatimu, jaga hatimu, sayangi hatimu, cintai hatimu, dan dengarkanlah nasihatnya mintalah fatwanya.

Jika dinding itu bergetar lagi, atas debaran debaran, redamlah, karena dia tidak bisa berkata kata saat tersentuh nafsu, jadilah orang pertama yang peduli atas hatimu sendiri.

Adikku, Jika hatimu harus merintih, arahkanlah rintihannya selalu kepada Rabb-mu..

kepada Allah saja..

ADIKKU, TATA HATIMU DAN SEGERA REKONTRUKSI.

Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan, jika kondisi hati baik maka baiklah kondisi seluruh tubuh dengan pola fikir dan tindakannya,. Menata hati adalah tahapan pertama, untuk kemudian bisa merekontruksi pola fikir dan melahirkan rekontruksi diri yang lebih segar dan siap menghadapi kehidupan.

Memang Tekanan Hidup ini Kadang membuat kita benar benar terlupa akan adanya Akhirat, adikku..

Ingatlah sabda Rasulullah;

“Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

ADIKKU, ADA GARANSI KEBAHAGIAAN bagi hati hati yang beriman, dan tidak ada tawar menawar didalamnya.

Tanyakanlah kepada dinding yang bergetar dibelantara dada-mu, kepada siapa marah yg kamu pendam? Adakah Allah telah salah? Adakah Allah merugikanmu? Katakan tidak, dan BANGKITLAH!

Adikku, Dunia ini luas, ada yang bilang sempit.

Jika hari ini ade merasa dan ingin mengatakan dunia sempit, tolong DEFINISIKAN ULANG, seluas apa dunia itu sangat tergantung “seluas” apa matamu memandang, seikhlas apa hatimu menerima dan sedalam apa pemahaman jiwamu.

ADIKKU, PILIHAN ALLAH TIDAK AKAN MERUGIKANMU SEDIKITPUN.

Kita hanya belum mengenali atau menyadari tentang kebaikan didalamnya, renungkanlah sekali lagi dan perhatikan baik baik, sayangi dirimu, sayangi hatimu, berhentilah menyesal dan taburi jalanan itu dengan senyuman dan keikhlasan.

Semoga Ridha Allah menyertaimu Adikku,

Adikku,

Saat dicela itu-lah keistiqamahan kita di uji, jangan menyerah, jangan patah. tersenyumlah, para pencela itu hanya iri kepadamu, dia sendiri tak sadar bahwa dia menghina dari tempat yang jauh lebih rendah..

Adikku,

Sudah sepantasnya orang beriman itu berbahagia, memiliki Allah tuhan yang selalu mendengarkan setiap bisikan keluhan keluhan. .

Adikku, jangn lupa berdo’a.

Do’a adalah yang membuat orang muslim unggul dibanding orang orang kafir, biarkan saja mereka tertawa tawa karena hatinya itu kosong!

Adikku, ingatlah segera seketika Ujian itu akan berakhir, disana Ada Guncangan. Seperti Halilintar yang menandai berakhirnya mendung,.. disanalah hujan akan turun menebar titik titik harapan.

“… Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi memperkenankan doa hamba-Nya.” (QS Hud 61)

Ingatlah nasihat nasihat kecil kakak.

Karena perahu kehidupan yang kita naiki ini tidak akan selalu setabil, lautan tidak selamanya indah, pasti akan ada badai dan gelombang. Bekali diri dengan Ilmu untuk menaklukan segala kemungkinan itu, jangan terlalu banyak membawa bekal makanan yang hanya akan menjadi beban perahu kita. Karena disekitaran pasti ada Ikan yang telah Allah sediakan..ikan itu mudah ditangkap jika kita punya ilmu untuk menangkapnya.

Jangan terlalu khawatir, perhatikan saat kita lapar, siapa yang memberi kita makanan? Allah-lah yang mengantarkan kepada kita berpiring piring nasi itu. Melalui tangan tangan yang Ia kehendaki. Lalu usia kita dipanjangkan, hingga pagi ini.

Alhamdulillah,.

Sekali lagi, Sejatinya dunia itu indah dan teramat luas, ketika kita merasakannya sempit, dapat dipastikan saat itu ada yang salah dengan cara kita memandang. Karena keindahan dan keluasannya sangat tergantung kepada seluas apa penglihatan dan pemahaman kita. ^^

Adikku, Mulailah jangan berlama lama terdiam.

Mulailah dan janganlah menanti ujung yang mungkin tak akan kau temui untuk bahagia, temukan energi kebahagiaan dalam syukur dan positive feeling.

Jangan takut gagal.

Jika ade tanya siapa guru terbaik Kakak? maka jawabannya adalah ‘kegagalan’. Kakak berguru pada setiap kegagalan di jurang dimana kakak terperosok, melawan terjalnya tebing keraguan yang merintangi jalan yang kakak tempuh.

Adikku,

Bersyukurlah saat inspirasi menyentuhmu, atau saat ia datang menemui lorong fikiranmu. Sesungguhnya ia sangat mahal, dan tidak bisa diciptakan atau dihadirkan sesaatpun, karena dia terpancar dari setetes nur Illahi..

Catatlah segera setiap inspirasi inspirasi itu, sebagai bentuk syukurmu kepada Pemberi Inspirasi.

Sekali lagi…

Adikku, Melangkahlah, jangan diam..

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih jelek daripada kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan akhirat, sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya”. (Ibnul Qayyim)

Mulailah dengan merenung dan berfikir, kemudian segeralah bersikap:
“Tidak usah menunggu sapaan, perbuatan baik dan permohonan maaf orang lain, tetapi segeralah rencanakan untuk segera memulainya menyapa, berbuat baik dan memaafkannya, dengan sepenuh kesabaran dan ketulusan hingga terkembangkanlah senyum terindah-mu sebagai tanda kebesaran dan kemulaiaan jiwamu”.



<<Tn._Mufti_Robbani>>

Wassalaamu'alaikum wr wb,,

0 curhat: